13 Mei 2014
Aku berusaha tidak mengeluh setiap apa yang pernah aku alami terlalu berat untukku.
Aku yakin, tanpa mengeluh hidupku akan lebih baik dan perasaanku akan lebih ikhlas.
Aku tidak pernah membenci orang yang tak pernah menyakiti perasaaanku lebih dulu. Tapi jika seseorang memulai untuk menyakitiku, aku pun demikian.
Aku berusaha untuk kuat dari setiap orang yang tidak bisa mengenalku dengan baik, mereka hanya bisa menjudge-ku semau mereka.
Aku tidak pernah mau melihat orang-orang yang aku sayang mengetahui kesedihanku, aku hanya ingin mereka melihat kegembiraanku.
Aku tidak pernah mau merepotkan atupun bahkan menjadi beban kalian, karena aku bukanlah tanggungjawab kalian. Aku, tanggungjawab orang tuaku. Walau kini, aku pun tahu mereka tak cukup mampu lagi untuk benar-benar bertanggungjawab padaku. Tapi aku tak semena-mena menyalahkan mereka, karena aku pun tahu seperti apa keadaan ekonomi mereka, dan seperti apa maunya istri ayahku, ibu tiriku.
Aku berusaha untuk mencukupi kebutuhanku sendiri, lelah dan kerasnya pekerjaan pun tak pernah jadi masalah buatku, asal aku bisa menghasilkan dengan keringatku sendiri.
Hal yang paling aku cemaskan akhir-akhir ini hanyalah bagaimana caranya aku bisa membayar uang kuliahku sampai aku lulus dan di wisuda, hanya itu.......
Orang yang dulu menjanjikanku dan bilang sanggup untuk bertanggungjawab atasku(untuk kuliahku) karena ibu kandung ku telah tiada, kini entahh........
Seseorang yang mendampinginya dulu baik tanpa pamrih, kini entah................
Aku hanya tak paham, kenapa kata itu sampai terucap, sampai terucap berulang kali, padahal aku telah melakukan seperti apa yang mereka mau, aku tak pernah mengerti kenapa dalam keluarga harus ada kata-kata yang bertindak untuk menyakitkan hati dan perasaan, sampai membuat orang menangis, entahlah...
Rabu, 14 Mei 2014
Minggu, 09 Maret 2014
Knowing other Cultures is Important
Class : 4 A1
St. Numb : 2012002109
Task 2 Writing IV
Knowing other Cultures is Important
Culture is large piece of the people life and environment in the world. Each country has its own. The characteristic of a particular group of people will be shown by the culture itself. Culture seems like the way people communicate with others. There is an old saying that states, “In order to make friends with other people around the world, you have to know their cultures first.” It has proved to be very important that by knowing others cultures while living in the culturally diverse society nowadays. Hence, there are three reasons why students should learn about culture.
First, it will help students to minimize misunderstanding when they are interacting with others which have different culture with them. When you should study abroad and your environment is changing but you don’t know well how the people life such as what is the food in that area, how wearing appropriate clothes, how is the people taste, how the way they are thinking and so many others. You will feel strange in that area and can’t communicate as the local people want. By learning culture before, you will not find difficulties and culture shock to life there. For example, when Hana (Belgian) comes to Indonesia to study, it’s usual for her to see the eyes of people who talking with her. However, in Indonesia it’s unusual; it seems that she doesn’t respect the people, especially if she is talking with the older one. The Indonesian will think that she is not respectful.
Second, students can adapt with local people easier. Students will find it easier to communicate and get along very well with other people surrounding them, those make both of them (students and local people) comfort, at least make it easy for them to adapt themselves at the beginning. For instance, two students who learn in Indonesia, Ikhsan from Indonesia having a conversation with Diana from England, Diana thinks that Ikhsan told very boring story. So, Diana says it directly to Ikhsan, straight forward to Ikhsan. However for Ikhsan, he will not say like that, he hides it and he is more comfort to say to her, the story of her is interesting even though the real is bored. Nevertheless it’s okay if both of them know about each culture they can adapt and understood about it.
Third, it would be very useful and beneficial for students in the future when they have to work and cooperate with people in different countries around the world. Globalization has bought people and business cross around the world. It has caused them a numbers of problems regarding some simple things like communicating with foreigners, or more complex things like making contracts, dealing, and persuading with them. Hence, by communicating and understanding their customers or business partner cultures, they can enlarge their businesses and spread their products over many other potential markets in the world steadily and expeditiously. In case, Farah is the owner of travel tour in Yogyakarta especially for tourism (foreign people), she should have employees who can speak English and know about the foreign culture because the work district always related with dealing the foreign people which have different culture with Indonesian. The benefits she can acquire would be very great and indisputable if the environment of her job can be handled well by her employees with the foreigners, not only in materials and money, but also in things like prestige and reputation.
Completely, learning about culture make students more knowledge other cultures and societies. Students will acquire the greater successful, comfortable lives such as they can adjust to the environment and greater careers they will possess.
Tour Guide Training 8
8 Maret 2014
Sabtu, libur kuliah dan seperti biasa gak ngerti apa yang harus dikerjakan...........
Tapi soal pekerjaan rumah, jangan tanya lagi, itu pasti rutinitas sehari-hari apapun yang terjadi tak akan pernah libur.
Seperti biasa, ini Sabtu dan aku punya jadwal training jam 5 sore di ViaVia Jogja.
Udah pertemuan yang ke-8 kali kalo gak salah, disini aku belajar banyak banget, langsung to the point gak usah bla bla bla banyak teori. dari pengamatanku, metode ngajarnya gunain direct method ( udah tau maklum lah ya, aku mempelajari matakuliah languange teaching methode :p ) gak sombong lho guys. Biasanya sebelum memulai training kita melakukan game, game itu biasanya berkaitan sama materi yang akan dipelajari, entah itu dari kosakatanya, gestures, sinyal2.. dll . Setelah itu biasanya tentornya ngasih tugas/latihan dan membagi kita jadi beberapa kelompok, kemudian kita berdiskusi dengan kelompok kita, and then we should discuss together. After that, there will be some volunteer who conclude what we have discussed. Finally, the mentor will show me the topic that we have learnt. So woww :D. Bikin lama inget di kepalanya.Dan topik untuk training hari ini adalah SUSTANABLE TOURISM. Yap, topik yang aneh terdengar di telingaku, ya maklumlah aku anak pendidikan bahasa inggris bukan tourism -__- . Jadi bisa disimpulkan kaaannn aku belajar banyak bgt :D ya belajar pendidikan kaya aku kuliah di kampus, dan aku belajar tourism di tempat aku bekerja. jurusan ke dua ku mungkin, hehehe... aku sangat bersyukur sekali bisa mendapatkan kesempatan ini sedinini ( menurutku ) . Alhamdulillah, Thanks God.
Jumat, 10 Januari 2014
COMPLICATED
seperti ini rasanya ternyata... :( mungkin dia telah merasakannya terlebih dulu dan itu nampaknya lebih sakit daripada ini. kenapa dulu harus timbul rasa yang sampai saat ini masih aku rasakan dan aku masih berkeinginan untuk dekat dengannya,bersamanya. tapi aku sadar jika aku msih saja seperti ini, ingin dekat dengannya sedangkan aku bersama orang lain, itu hanya akan menyiksa perasaannya dan menyakiti hatinya. entahlahh apa yang sedang aku lakukan. ingin aku menangis karena aku tak tahu dengan benar ada apa dengan perasaanku. kacau.................................. aku ingin bersama dia, aku ingin memilihnya, tapi kita berbeda. dan aku, sudah ada pria itu yang mengajakku menjalani lebih dari pacaran. aku bodoh, aku jahat, iya mungkin. dan rasanya ingin cepat mati saja,...........................belum pernah aku mengalami hal yang seperti ini sebelumnya. aku paham siapa yang lebih bisa membuatku bersemangat ,dia yang berbeda denganku....................aaaaarrrrrrrggghhhh ketika cemburu ini menghampiri, ku mulai merasakan sakit itu perlahan. SEPERTI MENJALANI HIDUP PENUH KEPALSUAN!BERSEMBUNYI DEMI SEBUAH TITIK YANG AMAN.
Kamis, 19 Desember 2013
LDR ( Love Different Religion )
Cinta,
siapa yang bisa tahu dan menebak kapan datangnya rasa itu.
Kali
ini aku takut akan datangnya rasa cinta karena aku tau siapa yang saat ini
mulai aku cintai perlahan. Ada perbedaan terkait keyakinan kami. Aku khawatir jika aku memutuskan untuk melangkah lebih jauh,
maka aku akan terjebak dalam masalah yang rumit antara perasaan dan kepercayaan
kita masing-masing. Memang, ada beberapa teman yang menjalani kisah cinta
seperti ini, hubungan mereka biasa, normal, sewajarnya anak muda yang sedang
berpacaran. Tapi terkadang aku juga mikir, jika mereka sudah benar-benar saling
mencintai dan ingin melanjutkan ke jenjang yang lebih serius, lalu bagaimana
solusinya? Haruskah salah satu di antara mereka mengubah keyakinan mereka? Aku pikir
ini kurang fair. Karena keyakinan adalah hak dari masing-masing manusia bukan
karena tuntutan permasalahan yang sedang di hadapi.
Salah
satu temanku yang mempunyai kisah seperti ini, sebut saja UL, dia ( Islam ) sudah
sejak SMP menjalin hubungan dengan pacarnya ( Katolik )sampai sekarang di
bangku kuliah. Aku sempat terkagum akan kelanggengan mereka berdua dalam
menjalin kisah asmara di atas perbedaan keyakinan. Suatu hari aku pernah
bertanya kepada UL, “UL, pacaran beda agama sih gimana?enak tidak?orangtuamu
bagaimana , apakah mereka tahu dan merestui kalian? Lalu kalau lagi jalan
apakah pernah kalian share tentang agama kalian masing-masing?” tanyaku saat
itu yang kepo :D .
“Ya
biasa kaya pacaran biasa kok An, malah kita jadi lebih bisa menghormati dan
menghargai perbedaan itu, misalnya pas dia rayain natal, aku ucapin dan ikut
gabung di lingkup keluarganya sekedar untuk makan bareng, demikian pula sama
dia, pas lagi lebaran dia pun ngucapin dan blg mhn maaf lahir dan batin sama
aku dan keluarga, dia juga ikut gabung makan bareng sama keluargaku. Masalah
orangtua merestui atau tidaknya, mereka merestui aja karena kita masih sebatas
pacaran, tapi entah lah aku juga tidak tahu bagaimana nanti kalau kita pengen
nikah, aku juga bingung An mau dibawa kemana hubungan ini, tapi ya aku jalani aja
karena aku sayang banget sama dia, besok juga pasti dibukakan jalan-Nya. Pikir belakang
An,hehe. Kalo jalan, kita jarang kok share tentang agama kita, ya paling pacarku
Cuma nanya udah sholat blm gt. “ jawab UL sambil senyum-senyum.
Di
benakku saat itu, loh emang boleh ya ikutan rayain gitu? Soalnya seingetku pas
aku belajar agama gak boleh kaya gitu, paling tidak cukup ucapin aja, dan
karena aku pernah liat film cinta terkait perbedaan agama, yang saat itu
intinya cinta beda agama mengkhianati Tuhannya, aku jadi ngeri kalau-kalau
sampai aku ngalamin hal yang serupa sama UL, tapi kenyataannya memang sekarang
aku mengalaminya, walaupun aku belum benar-benar memutuskannya untuk melangkah atau
tidak, namun aku sangat dilema terkait ini, so aku memutuskan untuk mencari
sumber-sumber bacaan yang banyak terlebih dulu, akan aku pelajari sebelum aku
memutuskan untuk menjalin hubungan dengannya. Maaf, karena aku membuatmu
menunggu.
Cinta,
haruskah ter-diskriminasi karena perbedaan agama?
Iya,
memang kenyataanya seperti itu di Indonesia. Cinta itu seharusnya hubungan
antara satu dengan satu yang lainnya, bukan satu dengan banyak yang lainnya
kan? Tapi di Indonesia berlaku kalau cinta itu hubungan satu dengan banyak yang
lainnya, maksudnya dalam cinta ada campur tangan orang lain atau aturan-aturan.
Sebenarnya, aku mulai berpikiran seperti ini sejak aku mengalami sendiri jatuh
cinta dengan sesosok pria yang berbeda agama, dan saat aku merasakan ada rasa
yang lebih untuknya, aku mulai membaca artikel-artikel tentang opini cinta beda
agama dan pengertian cinta itu sendiri. Sebelumnya aku memang berpikir bahwa
cinta beda agama itu tidak boleh karena mengkhianati Tuhan. Tapi setelah aku
membaca, aku jadi berpikir lebih obyektif ( ya gitu deh manfaatnnya membaca,
mengubah pikiran/mindset :p hehe ). Sulit untuk menyatukan cinta beda agama di
negaraku, karena hal ini di atur dalam Undang-undang serta dalam agama pun
melarangnya. Oke, stop, kayaknya ini terlalu berat T__T . Gini aja mikirnya,
ini kan baru pacaran belum nikah, ga ada aturan UU-nya, ga bakal ditilang ato
di tangkep polisi kok (haha). Kalo soal dosa ato tidaknya aku ga tau, karena
belum nemu ayat yang menuturkan adanya larangan pacaran beda agama, tapi kalo
pacaran emang dilarang. Tapi………mana ada sih jaman sekarang anak muda gak
pacaran -___- . Okeee,, Let’s make it
simple aja ya, berperan sebagai anak muda yang normal seperti wajarnya.
Semua
berawal dari ocehan-ocehan temen-temen kampus yang terlalu bocor dan girang
banget kalo liat temennya jadi bahan obrolan (unek-unekan). Dari semester 1 sampai semester 3 selalu saja aku
yang kena gossip deket sama cowok. Semester 1 aku bisa control perasaan karena
memang masih cinta banget dan ngarepin mantan balikan lagi ( ehhhh :p ),
lagipula saat itu aku hanya menganggap sebuah lelucon yang bisa bikin
temen-temenku ketawa. Emang sih sempet deket, tapi….. ya biasa kayaknya Cuma dideketin
doing mau di PHP-in gitu deh, hahaha. Tapi di semester 3 , ternyata aku gak
bisa control perasaan dan terbawa ocehan mereka. Aku tidak pernah menyangka dan
membayangkan akan berada di posisi seperti ini sebelumnya, aku terpojok akan
perasaanku sendiri, aku bingung, aku dilemma, aku gatau harus berbuat apa, aku
hanya bisa diam memendamnya walaupun mungkin akan Nampak dalam tingkah dan
perbuatanku.
Entah
tepatnya kapan aku bisa mengenalnya, tapi yang jelas aku cukup sering melihatnya
dan tau dia sejak semester 1, tapi tak pernah berkomunikasi karena memang saat
itu posisi masih jadi mahasiswa baru dan beda kelas pula. Biasa aja sih liat
dia, saat itu lho, sekarang sih udah beda, malahan kangen kalo belum liat dia
senyum sama aku,hahahaha. Sepertinya kalau tidak salah aku mulai benar-benar
mengenal dia, maksudnya udah ngobrol langsung sama dia itu waktu semester 2,
waktu maen bareng temen-temen ke pantai Ngrenehan dan Ngobaran GunungKidul.
Tapi gatau juga kenapa dia bisa ikut, masalahnya yang ngadain anak kelasku. Ya
pokoknya gitu deh awalnya mulai jadi gossip baru lagi aku deket sama cowok.
Lamaaaa
banget aku denger gossip kalo dianya suka aku ( ciee GR, padahal gatau bener
apa gak, anggep aja bener,wong sampe mencuat gossip kaya gt,haha), tapi aku Cuma
nganggap biasa saat itu masalahnya aku juga udah pernah dapet gossip kaya
beginian, paling-paling juga Cuma buat sensasi, tapi ya udah wajarlah kalo
cewek manis dan humble banyak disukai itu :p wahahaha dasar aku ini gak pernah
ilang PD bangetnya banggain diri, Hah ! Nah, lambat laun gak tau kenapa bisa di
semester 3 KRS kita banyak jadwal yang sama dan saat itulah gejolak asmara dimulai
( gejolak asmara? Bahasanya lebay :D ).
Awalnya
semua dapat terkondisikan, masalah perasaan walaupun kami sering satu kelas,
tapi oh ternyata, ocehan temenku menjadi semakin addict dan membuatku
benar-benar luluh dan termakan omongan itu, mungkin demikian pula dengannya,
tapi aku tak pernah tau apa perasaan dia saat kami menjadi bahan ocehan mereka.
Dimulai
dari seringnya kita sms-an, tiap hari ketemu, satu kelompok, tiap hari
nongkrong bareng di kantin mbak Parmi ( samping kampus tercinta ), dan karena lama-lama
sms-an kita yang suka panggil “sayang”, dan kadang suka berbagi cerita yang
meminta saran dan pendapat , dan terakhir karena kami menghadiri seminar bareng
ber-2 di UNY saat itu, akhirnya aku pun ga bisa control dan mengkondisikan
perasaan ini, dan parahnya aku membiarkannya tumbuh hari demi hari, dan inilah
yang terjaadi, Love Different Religion.
Sebelas
Desember 2013 ( 11-12-13 ).
Dimana
dia mengajakku untuk membuat suatu hubungan, jadian,
Jangan
tanya soal bagaimana perasaan, bagaimana rasanya,
Yang
jelas hati dan perasaan mulai berkoneksi dan berkomunikasi,
Pikiran
mulai kisruh, tingkah jadi aneh, suka senyum-senyum sendiri,
Cinta,
bikin gila secara perlahan tanpa disadari,
Ya
begitulah… sensasi tersendiri jika mengalami keadaan yang namanya jatuh cinta,
fall in love
Aku
tanya dia, sebelumnya hanya ingin mengetahui apakah kode itu maksudnya sama
seperti yang aku pikirkan, ternyata benar saja, dari sms dia yang bilang, “eh
hari ini tanggalnya bagus lho” ….. aku langsung iseng aja jawab dan tanya aja
ke dia, “iya bagus, mau bikin peringatan?” ….. Tau-tau di balesnya langsung, “iya,
yuk jadian”. Kaget sama ketawa aku yang baca saat itu, “hah iki tenanan ‘manis’
( nama disamarkan :p ) ngajakin aku jadian, tapi sayang e mosok gur sms ra wani
ngomong langsung” kataku dalam bahasa Jawa, Indonesianya, “ hah ini beneran ‘manis’
ngajakin aku jadian, tapi sayangnya Cuma lewat sms ga berani ngomong langsung” .
Aku belum bisa menjawab saat itu,karena ku piker, hey ini kita udah jadi
mahasiswa bukan lagi anak sekolah, masa iya jadian lewat sms, kayaknya kurang
memperlihatkan kesungguhan, aku ingin dia bilang langsung, walaupun aku juga ga
tau bagaimana harus menjawabnya agar semua baik untuk kita berdua, tapi yang
jelas aku memang suka dia, khususnya karena senyumannya itu ;) , aku mulai
sayang dia, aku mulai sering merindukannya.
Sekarang,
jujur aku dilemma dalam mengambil keputusan dan menjawabnya, aku ingin bilang
iya kita jadian tapi aku gatau apa yang harus dilakukan jika keyakinan kami
berbeda, memang tak apa jika nantinya hubungan ini sebatas pacaran, tapi…. Aku tipe
orang yang ketika jatuh cinta, aku akan menyayanginya sepenuhnya dan begitu
addicted to him, tipe setia dan menginginkan hubungan itu nantinya akan dibawa
ke jenjang lebih lanjut. Kekhawatiranku disini, ketika aku ga bisa mengontrol
perasaanku, terlalu menyayanginya, terlalu menginginkannya, tp kemudian nanti akan terpisah karena perbedaan
keyakinan, aku ga bisa membayangkan betapa sakitnya. ( maklum sering sakit hati
T__T , berasa trauma ). Aku begitu memikirkannya.
Dari
hari ke hari kita semakin deket semenjak dia bilang itu ke aku, dan entah
kenapa aku juga jadi berasa ke pellet pengennya tiap hari ketemu dan bisa deket
sama dia, hehe. Seneng rasanya kalo bisa liat dia tiap hari tersenyum kepadaku,
duduk bareng, ngobrol2, kurang lebih begitu, hehe. Tau gak, berasa nostalgia ke
jaman SMA dulu, jatuh cinta lagi dengan temen 1 sekolah, sekarang sih kampus :D
. Jadi semangat banget kuliah, belajarnya, dandan cantik wangi keren rapi, ya
biar bisa mempesona tiap hari kalo ketemua dia, wkwkwkwk. Sensasi jatuh cinta,
syalalalatralalalala. Hihihihi.
Back
to the problem and what solution I have to do to solve the problem? I’m still
thinking it. Would you please give me solutions, please?
AKu
pun tidak ingin terlalu lama menggantungkannya, ya walaupun dia bilang apapun
jawabannya asal dia bisa deket sama aku, dia udah seneng. Tapi….. apakah ini
maksdunya hubungan tanpa status? Dan aku berarti tidak mempunyai hak cemburu? Sepertinya
akan menyakitkan jika seperti itu. Ku pikir.
Aku
biarkan rasa ini mengikuti apa yang aku rasakan
Tapi
aku tak tahu apakah ini benar adanya
Dan
apakah dosa mengikutinya
Tapi
aku hanya mengalami rasa cinta terhadap makhluk-Mu
Bukan
perbuatan yang hina di mata-Mu
Aku
menyanginya Tuhan,
aku
ingin menjaganya dan sekedar membuat dia bahagia,
serta
membuatnya mempunyai semangat hidup yang membara
Jika
ini salah, Tuhan ampunilah aku,
Dan
tunjukkan jalan mana yang benar.
Iya,
aku senang berada di dekatnya, jantungku nyata berdetak lebih cepat ketika
bertemu dengannya, seperti aku mengalami jatuh cinta kepada mantanku dulu yang
sangat aku sayangi, tapi kini tidak lagi. Dan dia bisa membuatku merasakannya
lagi. Terimakasih membuat hari-hariku kembali dipenuhi warna. Semoga dia sabar
untuk menunggu jawabnya, tapi setidaknya aku sudah memberitahunya isi hatiku.
Ku harap itu cukup jika aku tak mampu memutuskan pertanyaannya (11.12.13).
Namun jika dia telah lelah dan menemukan sesorang yang seagama dengannya, sebelum
aku bisa memutuskan jawaban apa untuk pertanyaannya, aku akan meng-ikhlaskan
dia mulai menjauh dariku. Ya, dan aku harap itu tidaklah menyakitkan untukku J.
Perbedaan
bukan menjadi pembatas kita untuk saling beradu argument siapa yang
benar/salah, siapa yang kuat/lemah, perbedaan bukan menjadi pembatas kita untuk
bersatu, perbedaan menjadikan kita pribadi saling menghargai dan menghormati, perbedaan
itu indah adanya karena kita akan dapat belajar lebih banyak hal. Tidak semua
hal berbeda, pasti di dalam perbedaan itu ada persamaan yang akan memberi kekuatan
satu sama lain untuk mempertahankan apa yang ke-2nya ingin capai.
Rabu, 02 Oktober 2013
Sepercik Kisah dengan Lelaki B'baret
Aku mendambakan dan memimpikan laki-laki seperti dia untuk menjadi pendamping hidupku. Tapi akan ada dalam diriku yang mungkin sangat dia tentang. Namun ku pikir jika rasa cinta itu datang dengan ketulusan hati aku berharap suatu saat aku dipertemukan dengannya sebagai jodohnya. Dengan dia menerima segala kekurangan dan kelebihanku. Dengan aku yang menerima segala kekurangan dan kelebihannya.
Aku mengenalnya hanya lewat obrolan facebook tapi sebenarnya kita telah berada dalam satu lingkup yang sama ketika kita masih duduk di bangku SMK. Awalnya aku hanya biasa menanggapinya seperti teman-teman lelaki ku yang lain, sampai suatu hari dia pulang ke kampung halaman ( Bantul,Jogja) dan saat itu aku pertamakalinya bertemu dengannya bertatap muka secara langsung di tempat makan daerah Lempuyangan, sekitaran bawah jembatan Lempuyangan. Sebelumnya kita sudah membuat janji untuk bertmu. Kesan pertama yang aku lihat adalah kesederhanaannya yang dibalut dengan wajahnya yang manis dan senyumnya yang tulus. Saat itu yang dibenakku, "mas kamu kok manis banget >.< " hehehe...Dan yang aku heran, walaupun dia sebagai anggota dari suatu angkatan, tapi itu tak dia tunjukkan, dia lebih menunjukkan sebagai orang yang biasa-biasa saja. Itu salah satu yang aku suka darinya, tentang kesederhanaan dan sikap biasa/rendah hatinya.
Cukup banyak pembicaraan kita pada waktu itu, tapi dengan waktu yang singkat, karena pada saat itu aku bertemu dengannya pada malam hari. Bercerita tentang jamannya sekolah SMK, tentang tugasnya waktu di hutan sampai akhirnya dia bisa di tugaskan di Jakarta, tentang sedikit cerita keluarganya, keinginannya untuk bisa membangun rumah sendiri kelak ketika berkeluarga (mak nyess,aku yo pengen mas punya suami yang punya pikiran spt itu :D ) . Dia juga bertanya sedikit padaku tentang asal-usul keluargaku, kuliahku, aku lupa apalagi :D yang ku inget cm ceritanya dia,hihihi. Waktu p'jalanan pulang, sempat dia bilang apa ya lupa aku, pkoknya blg gni kl ga salah,..wah bagus dong di jurusan inggris, jadi bisa ngajarin aku kalau aku di tugasin ke perbatasan atau di luar negeri. hehe...aku jawabnya apa ya waktu itu, lupa deh,,hihihi... Dia juga bilang lho waktu ketemunya cuma bentar durung tutuk ( belum puas ) hahaha...jadi GR aku :p .Keesokan paginya dia harus kembali ke Jakarta lagi melaksanakan tugasnya, dia pamit dan sempat bilang, " besok kalo aku pulang Jogja lagi kita ketemu lagi ya dek, sabar nunggu mas pulang ( agak dibikin lebay dikit :p , jiahahaha ).
Oke then... setelah itu kita egk pernah kontak sms atau tlp ( sebelumnya juga egk sih, cm pas ketemu doang,wkwkwk). Tapi untuk kontak lewat fb itu masih berjalan dengan intensitas yang tidak terlalu sering. Sekedar menyapa biasa dan sedikit gombalan-gombalan rayuan yang gak tau maksudnya untuk apa. hehe. Tetapi akhir-akhir 3 harian ini kalau tidak salah, dia rajin online di fb kasih komentar, chat aku dengan gombalanyya,hahaha...apa iya sih tentara dulu pendidikannya ada mata pelajaran gombal buat ngrayu,hahaha.
Ya, seperti inilah rasaku sekarang, aku menaruh rasa padanya, tapi aku belum tau dan belum bisa memastikan apakah rasa ini sebenarnya. Tapi dengan berkomunikasi dengannya aku sudah cukup senang :). Untuk ke depan seperti apa, biar Allah yang akan membukakan jalannya kisah ini akan seperti apa, sekarang adalah waktunya untuk saling fokus dulu pada pekerjaan masing-masing menuju kesuksesan bersama.
Aku mengenalnya hanya lewat obrolan facebook tapi sebenarnya kita telah berada dalam satu lingkup yang sama ketika kita masih duduk di bangku SMK. Awalnya aku hanya biasa menanggapinya seperti teman-teman lelaki ku yang lain, sampai suatu hari dia pulang ke kampung halaman ( Bantul,Jogja) dan saat itu aku pertamakalinya bertemu dengannya bertatap muka secara langsung di tempat makan daerah Lempuyangan, sekitaran bawah jembatan Lempuyangan. Sebelumnya kita sudah membuat janji untuk bertmu. Kesan pertama yang aku lihat adalah kesederhanaannya yang dibalut dengan wajahnya yang manis dan senyumnya yang tulus. Saat itu yang dibenakku, "mas kamu kok manis banget >.< " hehehe...Dan yang aku heran, walaupun dia sebagai anggota dari suatu angkatan, tapi itu tak dia tunjukkan, dia lebih menunjukkan sebagai orang yang biasa-biasa saja. Itu salah satu yang aku suka darinya, tentang kesederhanaan dan sikap biasa/rendah hatinya.
Cukup banyak pembicaraan kita pada waktu itu, tapi dengan waktu yang singkat, karena pada saat itu aku bertemu dengannya pada malam hari. Bercerita tentang jamannya sekolah SMK, tentang tugasnya waktu di hutan sampai akhirnya dia bisa di tugaskan di Jakarta, tentang sedikit cerita keluarganya, keinginannya untuk bisa membangun rumah sendiri kelak ketika berkeluarga (mak nyess,aku yo pengen mas punya suami yang punya pikiran spt itu :D ) . Dia juga bertanya sedikit padaku tentang asal-usul keluargaku, kuliahku, aku lupa apalagi :D yang ku inget cm ceritanya dia,hihihi. Waktu p'jalanan pulang, sempat dia bilang apa ya lupa aku, pkoknya blg gni kl ga salah,..wah bagus dong di jurusan inggris, jadi bisa ngajarin aku kalau aku di tugasin ke perbatasan atau di luar negeri. hehe...aku jawabnya apa ya waktu itu, lupa deh,,hihihi... Dia juga bilang lho waktu ketemunya cuma bentar durung tutuk ( belum puas ) hahaha...jadi GR aku :p .Keesokan paginya dia harus kembali ke Jakarta lagi melaksanakan tugasnya, dia pamit dan sempat bilang, " besok kalo aku pulang Jogja lagi kita ketemu lagi ya dek, sabar nunggu mas pulang ( agak dibikin lebay dikit :p , jiahahaha ).
Oke then... setelah itu kita egk pernah kontak sms atau tlp ( sebelumnya juga egk sih, cm pas ketemu doang,wkwkwk). Tapi untuk kontak lewat fb itu masih berjalan dengan intensitas yang tidak terlalu sering. Sekedar menyapa biasa dan sedikit gombalan-gombalan rayuan yang gak tau maksudnya untuk apa. hehe. Tetapi akhir-akhir 3 harian ini kalau tidak salah, dia rajin online di fb kasih komentar, chat aku dengan gombalanyya,hahaha...apa iya sih tentara dulu pendidikannya ada mata pelajaran gombal buat ngrayu,hahaha.
Ya, seperti inilah rasaku sekarang, aku menaruh rasa padanya, tapi aku belum tau dan belum bisa memastikan apakah rasa ini sebenarnya. Tapi dengan berkomunikasi dengannya aku sudah cukup senang :). Untuk ke depan seperti apa, biar Allah yang akan membukakan jalannya kisah ini akan seperti apa, sekarang adalah waktunya untuk saling fokus dulu pada pekerjaan masing-masing menuju kesuksesan bersama.
Selasa, 01 Oktober 2013
LABIL
Apa sih makna labil itu sebenarnya? apakah labil identik dengan tingkat kedewasaan seseorang ? apakah labil hanya untuk kalangan anak remaja saja? okeee let us know guys :) .
Dalam KBBI kata labil mempunyai definisi goyah, tidak mantap, tidak kokoh tentang bangunan, pendirian, dsb. Dalam salah satu artikel blogger yang pernah saya baca, labil itu adalah suatu pendirian,kondisi hati dan pikiran yang tidak jelas, menunjukkan kondisi psikologis seseorang, terutama bagi para ABG (ababil). Arah dari orang-orang yang sedang mengalami labil adalah ke hal-hal yang negatif seperti sedih, cemburu, marah, dan mudah tersinggung alias sensi. Secara Filosofis : labil adalah masa mencari, saat kita sadar, belum waktunya berpuas diri, ada hal-hal yang harus kita 'taklukkan' sehingga kita merasa kembali utuh.Labil berawal dari rasa tidak puas yang sebenarnya bisa mengarah kepada produktivitas dan labil adalah masa inkubasinya. Inkubasi dalam artian psikologis berarti proses berpikir tentang suatu masalah secara bawah sadar ketika terlibat dalam kegiatan lain. Nah kalau menurut penulis labil itu adalah suatu kondisi seseorang yang masih bingung mencari jatidirinya sehingga ia masih mudah goyah, tidak punya pendirian ataupun landasan yang kuat tentang apa yang ia punyai dan yakini. Kata labil memang identik dengan ABG, namun menurut penulis masa labil itu bisa di alami oleh siapa saja dari bentangan umur balita sampai yang sudah tua. Hanya saja tingkat dan waktu kelabilannya berbeda. Misalnya saja anak SD mengalami labil dalam interaksi sosial dengan teman sebayanya, bertengkar kemudian menangis dan selang beberapa jam anak itu sudah berbaikan lagi dengan teman sebayanya. Selang beberapa jam lagi bersifat seperti itu lagi. Untuk anak SMP atau SMA misalnya mereka mengalami kecemburuan terhadap pacarnya sehingga mereka dalam mengambil keputusan putus terlalu cepat, namun selang beberap hari minta balikan lagi. Sedangkan untuk urusan labil orang tua saya sendiri masih bingung mau kasih contoh apa, tapi mungkin ini bisa dijadikan contoh, misal seorang ayah sedang mencari toko untuk membuka usahanya, dia mempunyai dua pilihan lokasi toko. Sebelumnya ayah itu mantap untuk menempati toko pertama, namun karena mendengar sisi buruk dari toko pertama yang belum tentu benar, akhirnya ayah tersebut memilih toko ke dua tanpa pikir panjang.
Labil memang lebih terkenal dikalangan ABG karena pada usia-sia ABG memang pada usia pencarian jatidiri pada masa awal ( jadi inget materi pelajaran perkembangan peserta didik :p ). Pada masa pencarian jatidiri awal memang banyak ditemukan banyak masalah pada remaja, misalnya : sensi pada masa haid atau menjelang haid, dicuekin atau merasa mengecewakan pasangan hidup/ orang yang disayangi, tidak bersyukur (ngebanding2in diri sama orang laen), kurang kuat dalam dasar agama, merasa tidak punya uang. terlalu memakai perasaaan dalam menyikapi segala hal, terlalu banyak aktif di jejaring sosial yang menimbulkan kesenjangan sosial, dan masih banyak lagi.
Ciri orang yang mengalami masa labil biasanya tidak punya arahan dan tujuan yang pasti, berpikiran harus pacaran (padahal jomblo lebih baik karena masalah hanya timbul pada dirisendiri bukan dari 2 orang yang berbeda pikiran/pendapat, sehingga tingkat menyatukannya akan lebih sukar), berpikiran bahwa makin kaya makin bahagia ( ingat, bahagia tidak di ukur dengan materi. Tapi bahagia di ukur dari bagaimana kita dapat mensyukuri segala nikmat yang telah Allah berikan ), takut pada kekurangannya ( kekurangan bukan untuk ditakuti, tapi kekurangan adalah salah satu cara untuk menunjukkan semengat kita bagaimana mengubah kekurangan itu menjadi hal yang berbeda dari orang lain yang dapat membanggakan dan bisa menguntungkan/menghibur seseorang), merasa dirinya paling benar,hebat,cakep,keren,cantik,dll, suka merendahkan orang lain (sombong), berpikiran tertutup, selalu menilai-nilai orang, tidak mau disalahkan, tidak beriman. Itu semua adalah beberapa dari ciri orang yang mengalami masa labil, yang lainnya masih banyak. Next kita bahas bagaimana sih caranya mengatasi kelabilan. Kalau dari penulis sih mennyarankan untuk banyak-bannyak berdoa pada Allah, banyakin baca qur'an dan artinya, bersosial dengan teman-teman, bertukar pikiran dan wawasan kepada teman, dan jangan lupa meminta saran. Satu lagi, pergilah refreshing bersam teman-teman Anda atau keluarga :D (cucookk banget buat penulis nih,hehe).
Jadi nih kesimpulannya, labil gak melulu buat ABG, orang dewasa dan anak-anak pun bisa mengalami masa labil. Labil akan beresiko tinggi jika tidak segera di atasi karena labil mempunyai dampak arahan yang negatif. Jika terlalu lama dalam masa labil, bisa-bisa menimbulkan stres.
Oke beda pembahasan, sekarang beralih ke pengalaman penulis tentang masa-masa labilnya. wkwkwk...Sekarang kalau ditanya pernah belum sih penulis mengalami masa-masa labil? Jawabnya sih jelas banget kliatan dong,,,pastinya sering banget,hahahaha...secara usia penulis adalah masa pencarian jatidiri kedua, hehe..Cara mengatasinya ya itu tadi caranya yang udah ada di atas dijelasin berdendang ria tirik-tirik, dan alhamdulillah berhasil untuk mengobati labil.hahaha. Trus kalau ditanya berapa lama sih biasanya kalau labil? jawabnya bervariasa dan tergantung masaalah yang di hadapi, Pernah sih dulu labil gara-gara putus cinta #eaaa cinta-cintaan nih penulis,hahaha... labilnya 1 tahun pula -_- ngenes banget rekk. Satu lagi labil yang lama itu ketika penulis harus memilih jurusan untuk melanjutkan studynya. Bisa dibilang hampir 2 tahun kurang dhenk,hehe...Tapi semua itu akhirnya kini telah ketemu jawabnya, alias udah menemukan hikmahnya. Labil yang cuma bentar itu paling ketika stalking fb atau twitter pacar,jiaahahaha....maklumlah cemburu cemburu,,hehe. Dan saat ini pun saya masih suka mengalami masa labil :( . Tapi yasudahlah...selama penulis tidak sampa jadi gila, hahaha..
Dalam KBBI kata labil mempunyai definisi goyah, tidak mantap, tidak kokoh tentang bangunan, pendirian, dsb. Dalam salah satu artikel blogger yang pernah saya baca, labil itu adalah suatu pendirian,kondisi hati dan pikiran yang tidak jelas, menunjukkan kondisi psikologis seseorang, terutama bagi para ABG (ababil). Arah dari orang-orang yang sedang mengalami labil adalah ke hal-hal yang negatif seperti sedih, cemburu, marah, dan mudah tersinggung alias sensi. Secara Filosofis : labil adalah masa mencari, saat kita sadar, belum waktunya berpuas diri, ada hal-hal yang harus kita 'taklukkan' sehingga kita merasa kembali utuh.Labil berawal dari rasa tidak puas yang sebenarnya bisa mengarah kepada produktivitas dan labil adalah masa inkubasinya. Inkubasi dalam artian psikologis berarti proses berpikir tentang suatu masalah secara bawah sadar ketika terlibat dalam kegiatan lain. Nah kalau menurut penulis labil itu adalah suatu kondisi seseorang yang masih bingung mencari jatidirinya sehingga ia masih mudah goyah, tidak punya pendirian ataupun landasan yang kuat tentang apa yang ia punyai dan yakini. Kata labil memang identik dengan ABG, namun menurut penulis masa labil itu bisa di alami oleh siapa saja dari bentangan umur balita sampai yang sudah tua. Hanya saja tingkat dan waktu kelabilannya berbeda. Misalnya saja anak SD mengalami labil dalam interaksi sosial dengan teman sebayanya, bertengkar kemudian menangis dan selang beberapa jam anak itu sudah berbaikan lagi dengan teman sebayanya. Selang beberapa jam lagi bersifat seperti itu lagi. Untuk anak SMP atau SMA misalnya mereka mengalami kecemburuan terhadap pacarnya sehingga mereka dalam mengambil keputusan putus terlalu cepat, namun selang beberap hari minta balikan lagi. Sedangkan untuk urusan labil orang tua saya sendiri masih bingung mau kasih contoh apa, tapi mungkin ini bisa dijadikan contoh, misal seorang ayah sedang mencari toko untuk membuka usahanya, dia mempunyai dua pilihan lokasi toko. Sebelumnya ayah itu mantap untuk menempati toko pertama, namun karena mendengar sisi buruk dari toko pertama yang belum tentu benar, akhirnya ayah tersebut memilih toko ke dua tanpa pikir panjang.
Labil memang lebih terkenal dikalangan ABG karena pada usia-sia ABG memang pada usia pencarian jatidiri pada masa awal ( jadi inget materi pelajaran perkembangan peserta didik :p ). Pada masa pencarian jatidiri awal memang banyak ditemukan banyak masalah pada remaja, misalnya : sensi pada masa haid atau menjelang haid, dicuekin atau merasa mengecewakan pasangan hidup/ orang yang disayangi, tidak bersyukur (ngebanding2in diri sama orang laen), kurang kuat dalam dasar agama, merasa tidak punya uang. terlalu memakai perasaaan dalam menyikapi segala hal, terlalu banyak aktif di jejaring sosial yang menimbulkan kesenjangan sosial, dan masih banyak lagi.
Ciri orang yang mengalami masa labil biasanya tidak punya arahan dan tujuan yang pasti, berpikiran harus pacaran (padahal jomblo lebih baik karena masalah hanya timbul pada dirisendiri bukan dari 2 orang yang berbeda pikiran/pendapat, sehingga tingkat menyatukannya akan lebih sukar), berpikiran bahwa makin kaya makin bahagia ( ingat, bahagia tidak di ukur dengan materi. Tapi bahagia di ukur dari bagaimana kita dapat mensyukuri segala nikmat yang telah Allah berikan ), takut pada kekurangannya ( kekurangan bukan untuk ditakuti, tapi kekurangan adalah salah satu cara untuk menunjukkan semengat kita bagaimana mengubah kekurangan itu menjadi hal yang berbeda dari orang lain yang dapat membanggakan dan bisa menguntungkan/menghibur seseorang), merasa dirinya paling benar,hebat,cakep,keren,cantik,dll, suka merendahkan orang lain (sombong), berpikiran tertutup, selalu menilai-nilai orang, tidak mau disalahkan, tidak beriman. Itu semua adalah beberapa dari ciri orang yang mengalami masa labil, yang lainnya masih banyak. Next kita bahas bagaimana sih caranya mengatasi kelabilan. Kalau dari penulis sih mennyarankan untuk banyak-bannyak berdoa pada Allah, banyakin baca qur'an dan artinya, bersosial dengan teman-teman, bertukar pikiran dan wawasan kepada teman, dan jangan lupa meminta saran. Satu lagi, pergilah refreshing bersam teman-teman Anda atau keluarga :D (cucookk banget buat penulis nih,hehe).
Jadi nih kesimpulannya, labil gak melulu buat ABG, orang dewasa dan anak-anak pun bisa mengalami masa labil. Labil akan beresiko tinggi jika tidak segera di atasi karena labil mempunyai dampak arahan yang negatif. Jika terlalu lama dalam masa labil, bisa-bisa menimbulkan stres.
Oke beda pembahasan, sekarang beralih ke pengalaman penulis tentang masa-masa labilnya. wkwkwk...Sekarang kalau ditanya pernah belum sih penulis mengalami masa-masa labil? Jawabnya sih jelas banget kliatan dong,,,pastinya sering banget,hahahaha...secara usia penulis adalah masa pencarian jatidiri kedua, hehe..Cara mengatasinya ya itu tadi caranya yang udah ada di atas dijelasin berdendang ria tirik-tirik, dan alhamdulillah berhasil untuk mengobati labil.hahaha. Trus kalau ditanya berapa lama sih biasanya kalau labil? jawabnya bervariasa dan tergantung masaalah yang di hadapi, Pernah sih dulu labil gara-gara putus cinta #eaaa cinta-cintaan nih penulis,hahaha... labilnya 1 tahun pula -_- ngenes banget rekk. Satu lagi labil yang lama itu ketika penulis harus memilih jurusan untuk melanjutkan studynya. Bisa dibilang hampir 2 tahun kurang dhenk,hehe...Tapi semua itu akhirnya kini telah ketemu jawabnya, alias udah menemukan hikmahnya. Labil yang cuma bentar itu paling ketika stalking fb atau twitter pacar,jiaahahaha....maklumlah cemburu cemburu,,hehe. Dan saat ini pun saya masih suka mengalami masa labil :( . Tapi yasudahlah...selama penulis tidak sampa jadi gila, hahaha..
Langganan:
Postingan (Atom)
