Selasa, 07 Februari 2017

"LUKA"



Separuh jiwaku dan separuh pikiranku yang masih saja terbayang-bayang oleh sosoknya. Dia yang telah memasuki kehidupanku dan mengetahui semua seluk belukku dan keluargaku dan baik buruknya aku selama lebih dari tiga tahun, dia yang telah mencoba meyakinkan dan mengiringi langkahku dari jatuh bangunnya aku, susah sedihnya aku. 

Namun siapa sangka, bahwa apa yang telah dia lakukan padaku adalah sebuah kamuflase dan tipu daya meskipun aku belum menguak semua bukti itu menjadi sebuah foto ataupun aku melihat dengan mata ku sendiri kejadian itu karena terbatasnya aku. Namun, aku bukanlah wanita yang bodoh yang tidak tahu apa-apa dan bisa terus saja dia bohongi selamanya. Kini, apa yang telah aku perjuangkan demi kehidupan kami untuk masa depan, dengan begitu mudahnya dia nodai, dengan begitu teganya dia menorehkan luka di hatiku yang sepenuhnya aku berikan dan percayakan kepadanya. Masih saja aku tidak menyangka, kenapa dia begitu tega melakukannya jika dia mencintaiku? Kenapa dia tega melakukannya setelah kami resmi bertunangan? Sebegitukah parahnya tindakan dan pikirannya yang seperti seolah dia masih anak-anak? Oh begitu pahitnya, begitu lukanya hati ini. 

Namun, semua itu sudahlah berlalu. Aku, harus tetap tegar dan ikhlas serta menahan malu. Ini sudahlah pilihanku, keputusanku, keputusan keluargaku untuk mengakhiri semuanya, meskipun dalam perjalanan hidupku, tidak lah mudah menghapus semua kenangan-kenangan indah dan pahitku bersamanya. Dan aku yakin, pasti setiap keputusan memiliki resiko. Namun, pasti setiap pilihan itu adalah yang ku upayakan terbaik untuk hidupku yang lebih baik. Untuk dia yang disana, maafkan keputusan ini, sudah terlalu lama batin ini sesungguhnya kau buat diam dan terluka tanpa aku merasakan kebahagiaan dicintai sepenuhnya. 

Sabtu, 12 Juli 2014

Friends Homestay

Thank you for Ania and Amber from Belgium that was come to my house and stay for one night, even not long i felt happy and excited you were here in my village, Bendo Srandakan Bantul. And we spent our time with the simple trip visited home industry in my village. Great experience to me can meet you :)

Rabu, 14 Mei 2014

Semua tergantung bagaimana kamu menyikapi dan menikmati

13 Mei 2014



Aku berusaha tidak mengeluh setiap apa yang pernah aku alami terlalu berat untukku.
Aku yakin, tanpa mengeluh hidupku akan lebih baik dan perasaanku akan lebih ikhlas.
Aku tidak pernah membenci orang yang tak pernah menyakiti perasaaanku lebih dulu. Tapi jika seseorang memulai untuk menyakitiku, aku pun demikian.
Aku berusaha untuk kuat dari setiap orang yang tidak bisa mengenalku dengan baik, mereka hanya bisa menjudge-ku semau mereka.
Aku tidak pernah mau melihat orang-orang yang aku sayang mengetahui kesedihanku, aku hanya ingin mereka melihat kegembiraanku.
Aku tidak pernah mau merepotkan atupun bahkan menjadi beban kalian, karena aku bukanlah tanggungjawab kalian. Aku, tanggungjawab orang tuaku. Walau kini, aku pun tahu mereka tak cukup mampu lagi untuk benar-benar bertanggungjawab padaku. Tapi aku tak semena-mena menyalahkan mereka, karena aku pun tahu seperti apa keadaan ekonomi mereka, dan seperti apa maunya istri ayahku, ibu tiriku.
Aku berusaha untuk mencukupi kebutuhanku sendiri, lelah dan kerasnya pekerjaan pun tak pernah jadi masalah buatku, asal aku bisa menghasilkan dengan keringatku sendiri.
Hal yang paling aku cemaskan akhir-akhir ini hanyalah bagaimana caranya aku bisa membayar uang kuliahku sampai aku lulus dan di wisuda, hanya itu.......
Orang yang dulu menjanjikanku dan bilang sanggup untuk bertanggungjawab atasku(untuk kuliahku) karena ibu kandung ku telah tiada, kini entahh........
Seseorang yang mendampinginya dulu baik tanpa pamrih, kini entah................


Aku hanya tak paham, kenapa kata itu sampai terucap, sampai terucap berulang kali, padahal aku telah melakukan seperti apa yang mereka mau, aku tak pernah mengerti kenapa dalam keluarga harus ada kata-kata yang bertindak untuk menyakitkan hati dan perasaan, sampai membuat orang menangis, entahlah...

Minggu, 09 Maret 2014

Knowing other Cultures is Important



Name               : Ani Marisah
Class                : 4 A1
St. Numb         : 2012002109
 
 Task 2 Writing IV
Knowing other Cultures is Important
 
 
Culture is large piece of the people life and environment in the world. Each country has its own. The characteristic of a particular group of people will be shown by the culture itself.  Culture seems like the way people communicate with others.  There is an old saying that states, “In order to make friends with other people around the world, you have to know their cultures first.” It has proved to be very important that by knowing others cultures while living in the culturally diverse society nowadays. Hence, there are three reasons why students should learn about culture.
First, it will help students to minimize misunderstanding when they are interacting with others which have different culture with them. When you should study abroad and your environment is changing but you don’t know well how the people life such as what is the food in that area, how wearing appropriate clothes, how is the people taste, how the way they are thinking and so many others. You will feel strange in that area and can’t communicate as the local people want. By learning culture before, you will not find difficulties and culture shock to life there. For example, when Hana (Belgian) comes to Indonesia to study, it’s usual for her to see the eyes of people who talking with her. However, in Indonesia it’s unusual; it seems that she doesn’t respect the people, especially if she is talking with the older one. The Indonesian will think that she is not respectful.
Second, students can adapt with local people easier. Students will find it easier to communicate and get along very well with other people surrounding them, those make both of them (students and local people) comfort, at least make it easy for them to adapt themselves at the beginning. For instance, two students who learn in Indonesia, Ikhsan from Indonesia having a conversation with Diana from England, Diana thinks that Ikhsan told very boring story. So, Diana says it directly to Ikhsan, straight forward to Ikhsan. However for Ikhsan, he will not say like that, he hides it and he is more comfort to say to her, the story of her is interesting even though the real is bored. Nevertheless it’s okay if both of them know about each culture they can adapt and understood about it.
Third, it would be very useful and beneficial for students in the future when they have to work and cooperate with people in different countries around the world. Globalization has bought people and business cross around the world. It has caused them a numbers of problems regarding some simple things like communicating with foreigners, or more complex things like making contracts, dealing, and persuading with them. Hence, by communicating and understanding their customers or business partner cultures, they can enlarge their businesses and spread their products over many other potential markets in the world steadily and expeditiously. In case, Farah is the owner of travel tour in Yogyakarta especially for tourism (foreign people), she should have employees who can speak English and know about the foreign culture because the work district always related with dealing the foreign people which have different culture with Indonesian. The benefits she can acquire would be very great and indisputable if the environment of her job can be handled well by her employees with the foreigners, not only in materials and money, but also in things like prestige and reputation.
            Completely, learning about culture make students more knowledge other cultures and societies. Students will acquire the greater successful, comfortable lives such as they can adjust to the environment and greater careers they will possess.

Tour Guide Training 8

8 Maret 2014

Sabtu, libur kuliah dan seperti biasa gak ngerti apa yang harus dikerjakan...........
Tapi soal pekerjaan rumah, jangan tanya lagi, itu pasti rutinitas sehari-hari apapun yang terjadi tak akan pernah libur.
Seperti biasa, ini Sabtu dan aku punya jadwal training jam 5 sore di ViaVia Jogja.
Udah pertemuan yang ke-8 kali kalo gak salah, disini aku belajar banyak banget, langsung to the point gak usah bla bla bla banyak teori. dari pengamatanku, metode ngajarnya gunain direct method ( udah tau maklum lah ya, aku mempelajari matakuliah languange teaching methode :p ) gak sombong lho guys. Biasanya sebelum memulai training kita melakukan game, game itu biasanya berkaitan sama materi yang akan dipelajari, entah itu dari kosakatanya, gestures, sinyal2.. dll . Setelah itu biasanya tentornya ngasih tugas/latihan dan membagi kita jadi beberapa kelompok, kemudian kita berdiskusi dengan kelompok kita, and then we should discuss together. After that, there will be some volunteer who conclude what we have discussed. Finally, the mentor will show me the topic that we have learnt. So woww :D. Bikin lama inget di kepalanya.Dan topik untuk training hari ini adalah SUSTANABLE TOURISM. Yap, topik yang aneh terdengar di telingaku, ya maklumlah aku anak pendidikan bahasa inggris bukan tourism -__- . Jadi bisa disimpulkan kaaannn aku belajar banyak bgt :D ya belajar pendidikan kaya aku kuliah di kampus, dan aku belajar tourism di tempat aku bekerja. jurusan ke dua ku mungkin, hehehe... aku sangat bersyukur sekali bisa mendapatkan kesempatan ini sedinini ( menurutku ) .  Alhamdulillah, Thanks God.

Jumat, 10 Januari 2014

COMPLICATED

seperti ini rasanya ternyata... :( mungkin dia telah merasakannya terlebih dulu dan itu nampaknya lebih sakit daripada ini. kenapa dulu harus timbul rasa yang sampai saat ini masih aku rasakan dan aku masih berkeinginan untuk dekat dengannya,bersamanya. tapi aku sadar jika aku msih saja seperti ini, ingin dekat dengannya sedangkan aku bersama orang lain, itu hanya akan menyiksa perasaannya dan menyakiti hatinya. entahlahh apa yang sedang aku lakukan. ingin aku menangis karena aku tak tahu dengan benar ada apa dengan perasaanku. kacau.................................. aku ingin bersama dia, aku ingin memilihnya, tapi kita berbeda. dan aku, sudah ada pria itu yang mengajakku menjalani lebih dari pacaran. aku bodoh, aku jahat, iya mungkin. dan rasanya ingin cepat mati saja,...........................belum pernah aku mengalami hal yang seperti ini sebelumnya. aku paham siapa yang lebih bisa membuatku bersemangat ,dia yang berbeda denganku....................aaaaarrrrrrrggghhhh ketika cemburu ini menghampiri, ku mulai merasakan sakit itu perlahan. SEPERTI MENJALANI HIDUP PENUH KEPALSUAN!BERSEMBUNYI DEMI SEBUAH TITIK YANG AMAN.

Kamis, 19 Desember 2013

LDR ( Love Different Religion )




Cinta, siapa yang bisa tahu dan menebak kapan datangnya rasa itu.
Kali ini aku takut akan datangnya rasa cinta karena aku tau siapa yang saat ini mulai aku cintai perlahan. Ada perbedaan terkait keyakinan kami. Aku khawatir  jika aku memutuskan untuk melangkah lebih jauh, maka aku akan terjebak dalam masalah yang rumit antara perasaan dan kepercayaan kita masing-masing. Memang, ada beberapa teman yang menjalani kisah cinta seperti ini, hubungan mereka biasa, normal, sewajarnya anak muda yang sedang berpacaran. Tapi terkadang aku juga mikir, jika mereka sudah benar-benar saling mencintai dan ingin melanjutkan ke jenjang yang lebih serius, lalu bagaimana solusinya? Haruskah salah satu di antara mereka mengubah keyakinan mereka? Aku pikir ini kurang fair. Karena keyakinan adalah hak dari masing-masing manusia bukan karena tuntutan permasalahan yang sedang di hadapi.
Salah satu temanku yang mempunyai kisah seperti ini, sebut saja UL, dia ( Islam ) sudah sejak SMP menjalin hubungan dengan pacarnya ( Katolik )sampai sekarang di bangku kuliah. Aku sempat terkagum akan kelanggengan mereka berdua dalam menjalin kisah asmara di atas perbedaan keyakinan. Suatu hari aku pernah bertanya kepada UL, “UL, pacaran beda agama sih gimana?enak tidak?orangtuamu bagaimana , apakah mereka tahu dan merestui kalian? Lalu kalau lagi jalan apakah pernah kalian share tentang agama kalian masing-masing?” tanyaku saat itu yang kepo :D .
“Ya biasa kaya pacaran biasa kok An, malah kita jadi lebih bisa menghormati dan menghargai perbedaan itu, misalnya pas dia rayain natal, aku ucapin dan ikut gabung di lingkup keluarganya sekedar untuk makan bareng, demikian pula sama dia, pas lagi lebaran dia pun ngucapin dan blg mhn maaf lahir dan batin sama aku dan keluarga, dia juga ikut gabung makan bareng sama keluargaku. Masalah orangtua merestui atau tidaknya, mereka merestui aja karena kita masih sebatas pacaran, tapi entah lah aku juga tidak tahu bagaimana nanti kalau kita pengen nikah, aku juga bingung An mau dibawa kemana hubungan ini, tapi ya aku jalani aja karena aku sayang banget sama dia, besok juga pasti dibukakan jalan-Nya. Pikir belakang An,hehe. Kalo jalan, kita jarang kok share tentang agama kita, ya paling pacarku Cuma nanya udah sholat blm gt. “ jawab UL sambil senyum-senyum.
Di benakku saat itu, loh emang boleh ya ikutan rayain gitu? Soalnya seingetku pas aku belajar agama gak boleh kaya gitu, paling tidak cukup ucapin aja, dan karena aku pernah liat film cinta terkait perbedaan agama, yang saat itu intinya cinta beda agama mengkhianati Tuhannya, aku jadi ngeri kalau-kalau sampai aku ngalamin hal yang serupa sama UL, tapi kenyataannya memang sekarang aku mengalaminya, walaupun aku belum benar-benar memutuskannya untuk melangkah atau tidak, namun aku sangat dilema terkait ini, so aku memutuskan untuk mencari sumber-sumber bacaan yang banyak terlebih dulu, akan aku pelajari sebelum aku memutuskan untuk menjalin hubungan dengannya. Maaf, karena aku membuatmu menunggu.
Cinta, haruskah ter-diskriminasi karena perbedaan agama?
Iya, memang kenyataanya seperti itu di Indonesia. Cinta itu seharusnya hubungan antara satu dengan satu yang lainnya, bukan satu dengan banyak yang lainnya kan? Tapi di Indonesia berlaku kalau cinta itu hubungan satu dengan banyak yang lainnya, maksudnya dalam cinta ada campur tangan orang lain atau aturan-aturan. Sebenarnya, aku mulai berpikiran seperti ini sejak aku mengalami sendiri jatuh cinta dengan sesosok pria yang berbeda agama, dan saat aku merasakan ada rasa yang lebih untuknya, aku mulai membaca artikel-artikel tentang opini cinta beda agama dan pengertian cinta itu sendiri. Sebelumnya aku memang berpikir bahwa cinta beda agama itu tidak boleh karena mengkhianati Tuhan. Tapi setelah aku membaca, aku jadi berpikir lebih obyektif ( ya gitu deh manfaatnnya membaca, mengubah pikiran/mindset :p hehe ). Sulit untuk menyatukan cinta beda agama di negaraku, karena hal ini di atur dalam Undang-undang serta dalam agama pun melarangnya. Oke, stop, kayaknya ini terlalu berat T__T . Gini aja mikirnya, ini kan baru pacaran belum nikah, ga ada aturan UU-nya, ga bakal ditilang ato di tangkep polisi kok (haha). Kalo soal dosa ato tidaknya aku ga tau, karena belum nemu ayat yang menuturkan adanya larangan pacaran beda agama, tapi kalo pacaran emang dilarang. Tapi………mana ada sih jaman sekarang anak muda gak pacaran -___- .  Okeee,, Let’s make it simple aja ya, berperan sebagai anak muda yang normal seperti wajarnya.
Semua berawal dari ocehan-ocehan temen-temen kampus yang terlalu bocor dan girang banget kalo liat temennya jadi bahan obrolan (unek-unekan). Dari semester 1 sampai semester 3 selalu saja aku yang kena gossip deket sama cowok. Semester 1 aku bisa control perasaan karena memang masih cinta banget dan ngarepin mantan balikan lagi ( ehhhh :p ), lagipula saat itu aku hanya menganggap sebuah lelucon yang bisa bikin temen-temenku ketawa. Emang sih sempet deket, tapi….. ya biasa kayaknya Cuma dideketin doing mau di PHP-in gitu deh, hahaha. Tapi di semester 3 , ternyata aku gak bisa control perasaan dan terbawa ocehan mereka. Aku tidak pernah menyangka dan membayangkan akan berada di posisi seperti ini sebelumnya, aku terpojok akan perasaanku sendiri, aku bingung, aku dilemma, aku gatau harus berbuat apa, aku hanya bisa diam memendamnya walaupun mungkin akan Nampak dalam tingkah dan perbuatanku.
Entah tepatnya kapan aku bisa mengenalnya, tapi yang jelas aku cukup sering melihatnya dan tau dia sejak semester 1, tapi tak pernah berkomunikasi karena memang saat itu posisi masih jadi mahasiswa baru dan beda kelas pula. Biasa aja sih liat dia, saat itu lho, sekarang sih udah beda, malahan kangen kalo belum liat dia senyum sama aku,hahahaha. Sepertinya kalau tidak salah aku mulai benar-benar mengenal dia, maksudnya udah ngobrol langsung sama dia itu waktu semester 2, waktu maen bareng temen-temen ke pantai Ngrenehan dan Ngobaran GunungKidul. Tapi gatau juga kenapa dia bisa ikut, masalahnya yang ngadain anak kelasku. Ya pokoknya gitu deh awalnya mulai jadi gossip baru lagi aku deket sama cowok.
Lamaaaa banget aku denger gossip kalo dianya suka aku ( ciee GR, padahal gatau bener apa gak, anggep aja bener,wong sampe mencuat gossip kaya gt,haha), tapi aku Cuma nganggap biasa saat itu masalahnya aku juga udah pernah dapet gossip kaya beginian, paling-paling juga Cuma buat sensasi, tapi ya udah wajarlah kalo cewek manis dan humble banyak disukai itu :p wahahaha dasar aku ini gak pernah ilang PD bangetnya banggain diri, Hah ! Nah, lambat laun gak tau kenapa bisa di semester 3 KRS kita banyak jadwal yang sama dan saat itulah gejolak asmara dimulai ( gejolak asmara? Bahasanya lebay :D ).
Awalnya semua dapat terkondisikan, masalah perasaan walaupun kami sering satu kelas, tapi oh ternyata, ocehan temenku menjadi semakin addict dan membuatku benar-benar luluh dan termakan omongan itu, mungkin demikian pula dengannya, tapi aku tak pernah tau apa perasaan dia saat kami menjadi bahan ocehan mereka.
Dimulai dari seringnya kita sms-an, tiap hari ketemu, satu kelompok, tiap hari nongkrong bareng di kantin mbak Parmi ( samping kampus tercinta ), dan karena lama-lama sms-an kita yang suka panggil “sayang”, dan kadang suka berbagi cerita yang meminta saran dan pendapat , dan terakhir karena kami menghadiri seminar bareng ber-2 di UNY saat itu, akhirnya aku pun ga bisa control dan mengkondisikan perasaan ini, dan parahnya aku membiarkannya tumbuh hari demi hari, dan inilah yang terjaadi, Love Different Religion.

Sebelas Desember 2013 ( 11-12-13 ).
Dimana dia mengajakku untuk membuat suatu hubungan, jadian,
Jangan tanya soal bagaimana perasaan, bagaimana rasanya,
Yang jelas hati dan perasaan mulai berkoneksi dan berkomunikasi,
Pikiran mulai kisruh, tingkah jadi aneh, suka senyum-senyum sendiri,
Cinta, bikin gila secara perlahan tanpa disadari,
Ya begitulah… sensasi tersendiri jika mengalami keadaan yang namanya jatuh cinta, fall in love

Aku tanya dia, sebelumnya hanya ingin mengetahui apakah kode itu maksudnya sama seperti yang aku pikirkan, ternyata benar saja, dari sms dia yang bilang, “eh hari ini tanggalnya bagus lho” ….. aku langsung iseng aja jawab dan tanya aja ke dia, “iya bagus, mau bikin peringatan?” ….. Tau-tau di balesnya langsung, “iya, yuk jadian”. Kaget sama ketawa aku yang baca saat itu, “hah iki tenanan ‘manis’ ( nama disamarkan :p ) ngajakin aku jadian, tapi sayang e mosok gur sms ra wani ngomong langsung” kataku dalam bahasa Jawa, Indonesianya, “ hah ini beneran ‘manis’ ngajakin aku jadian, tapi sayangnya Cuma lewat sms ga berani ngomong langsung” . Aku belum bisa menjawab saat itu,karena ku piker, hey ini kita udah jadi mahasiswa bukan lagi anak sekolah, masa iya jadian lewat sms, kayaknya kurang memperlihatkan kesungguhan, aku ingin dia bilang langsung, walaupun aku juga ga tau bagaimana harus menjawabnya agar semua baik untuk kita berdua, tapi yang jelas aku memang suka dia, khususnya karena senyumannya itu ;) , aku mulai sayang dia, aku mulai sering merindukannya.
Sekarang, jujur aku dilemma dalam mengambil keputusan dan menjawabnya, aku ingin bilang iya kita jadian tapi aku gatau apa yang harus dilakukan jika keyakinan kami berbeda, memang tak apa jika nantinya hubungan ini sebatas pacaran, tapi…. Aku tipe orang yang ketika jatuh cinta, aku akan menyayanginya sepenuhnya dan begitu addicted to him, tipe setia dan menginginkan hubungan itu nantinya akan dibawa ke jenjang lebih lanjut. Kekhawatiranku disini, ketika aku ga bisa mengontrol perasaanku, terlalu menyayanginya, terlalu menginginkannya, tp  kemudian nanti akan terpisah karena perbedaan keyakinan, aku ga bisa membayangkan betapa sakitnya. ( maklum sering sakit hati T__T , berasa trauma ). Aku begitu memikirkannya.
Dari hari ke hari kita semakin deket semenjak dia bilang itu ke aku, dan entah kenapa aku juga jadi berasa ke pellet pengennya tiap hari ketemu dan bisa deket sama dia, hehe. Seneng rasanya kalo bisa liat dia tiap hari tersenyum kepadaku, duduk bareng, ngobrol2, kurang lebih begitu, hehe. Tau gak, berasa nostalgia ke jaman SMA dulu, jatuh cinta lagi dengan temen 1 sekolah, sekarang sih kampus :D . Jadi semangat banget kuliah, belajarnya, dandan cantik wangi keren rapi, ya biar bisa mempesona tiap hari kalo ketemua dia, wkwkwkwk. Sensasi jatuh cinta, syalalalatralalalala. Hihihihi.
Back to the problem and what solution I have to do to solve the problem? I’m still thinking it. Would you please give me solutions, please?
AKu pun tidak ingin terlalu lama menggantungkannya, ya walaupun dia bilang apapun jawabannya asal dia bisa deket sama aku, dia udah seneng. Tapi….. apakah ini maksdunya hubungan tanpa status? Dan aku berarti tidak mempunyai hak cemburu? Sepertinya akan menyakitkan jika seperti itu. Ku pikir.

Aku biarkan rasa ini mengikuti apa yang aku rasakan
Tapi aku tak tahu apakah ini benar adanya
Dan apakah dosa mengikutinya
Tapi aku hanya mengalami rasa cinta terhadap makhluk-Mu
Bukan perbuatan yang hina di mata-Mu
Aku menyanginya Tuhan,
aku ingin menjaganya dan sekedar membuat dia bahagia,
serta membuatnya mempunyai semangat hidup yang membara
Jika ini salah, Tuhan ampunilah aku,
Dan tunjukkan jalan mana yang benar.

Iya, aku senang berada di dekatnya, jantungku nyata berdetak lebih cepat ketika bertemu dengannya, seperti aku mengalami jatuh cinta kepada mantanku dulu yang sangat aku sayangi, tapi kini tidak lagi. Dan dia bisa membuatku merasakannya lagi. Terimakasih membuat hari-hariku kembali dipenuhi warna. Semoga dia sabar untuk menunggu jawabnya, tapi setidaknya aku sudah memberitahunya isi hatiku. Ku harap itu cukup jika aku tak mampu memutuskan pertanyaannya (11.12.13). Namun jika dia telah lelah dan menemukan sesorang yang seagama dengannya, sebelum aku bisa memutuskan jawaban apa untuk pertanyaannya, aku akan meng-ikhlaskan dia mulai menjauh dariku. Ya, dan aku harap itu tidaklah menyakitkan untukku J.

Perbedaan bukan menjadi pembatas kita untuk saling beradu argument siapa yang benar/salah, siapa yang kuat/lemah, perbedaan bukan menjadi pembatas kita untuk bersatu, perbedaan menjadikan kita pribadi saling menghargai dan menghormati, perbedaan itu indah adanya karena kita akan dapat belajar lebih banyak hal. Tidak semua hal berbeda, pasti di dalam perbedaan itu ada persamaan yang akan memberi kekuatan satu sama lain untuk mempertahankan apa yang ke-2nya ingin capai.